Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

12 Orang Yang Doanya Di Ijabah


Manusia mendapatkan dua kewajiban signifikan terkait orang-orang yang doanya tidak lama dikabulkan; makrifat dan penghormatan. Yang pertama merupakan mengenal derajat dan faktor yang menyebabkan mereka mendapat area yang dekat pada sisi Allah Swt. Sementara kewajiban kedua merupakan menghormati dan membuat mereka sebagai rujukan. Apa saja faktor yang membuat mereka dicintai oleh Allah Swt. Mencintai pawa wali Allah dengan sendirinya merupakan bagian dari kecintaan kepada Allah dan menjadi sarana konstruktif agar mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Orang Yang Doanya Di Ijabah

Dalam buku Ushul al-Kafi terdapat tema berjudul "Man Tustajabu Da'watuh", siapa saja yang doanya dikabulkan. Cocok dengan hadis-hadis yang dibawakan dalam tema ini, orang-orang yang doanya mustajab merupakan:



1. Seseorang yang pergi haji

2. Seseorang yang jihad pada jalan Allah

3. Seseorang yang sakit



Imam Shadiq as berkata, "Ada tiga kelompok manusia yang doanya dikabulkan; Individu yang pergi ke haji dan perhatikan bagaimana ia memperlakukan orang-orang yang ditinggalkannya. Kedua individu yang berjihad pada jalan Allah dan perhatikan bagaimana ia memperlakukan orang-orang yang ditinggalkannya. Ketiga individu yang sakit dan jangan membikinnya marah dan sakit hati. "



4. Imam yang adil

5. Doa individu yang dizalimi

6. Doa balita saleh Untuk Orang tuanya

7. Doa ayah yang saleh pada anaknya

8. Doa satu individu mukmin pada saudara lainnya


Orang Yang Doanya Di Ijabah
Imam Shadiq as berkata, "Ayahku berkata, ‘Lima doa yang pasti dikabulkan Allah Swt; Doa imam yang adil, doa individu yang terzalimi, dimana Allah Swt berfirman, "Saya akan membalas dendam terhadap individu yang zalim, sekalipun sudah lewat waktunya, doa balita saleh pada individu tuanya, doa ayah saleh pada anaknya dan doa satu individu mukmin pada saudaranya, Allah Swt berfirman, ‘Dan untukmu sepertinya', engkau mendapatkan tidak berbeda seperti yang didoakan kepadanya. "

Orang Yang Doanya Di Ijabah
Dalam riwayat lain Imam Shadiq as amat sangat menekankan kutukan orang-orang yang dizalimi dan ayah. Imam Shadiq as berkata, "Takutlah akan doa individu yang dizalimi yang bisa naik ke atas mencapai Allah Swt menembus halangan awan dan tabir. Allah Swt berfirman, ‘Naikkan doa itu agar Aku mengijabahinya', dan takutlah akan kutukan satu individu ayah, karena doanya lebih tajam dari mata pedang. "



9. Seseorang yang mendoakan 40 individu mukmin sebelum berdoa untuk dirinya. Hisyam bin Salim menukil dari Imam Shadiq as yang berkata, "Setiap individu yang berdoa agar 40 individu mukmin sebelum mendoakan dirinya dan sehabis itu berdoa untuk dirinya, maka doanya pasti dikabulkan. "



10. Doa individu yang berpuasa hingga berbuka

11. Doa individu yang berumrah sampai kembali ke daerahnya

12. Doa seseorang yang sedang berpergian untuk individu lain yang juga sedang tidak berada pada tempatnya



Imam Shadiq as menukil dari Rasulullah Saw bersabda, "Tidak terdapat doa yang lebih tidak lama dikabulkan oleh Allah Swt dari doa individu yang tidak terdapat pada area agar individu lain yang bukan terdapat pada tempatnya. "

Selasa, 05 Februari 2013

Rasul Bacakan Fushshilat dan Semua Orang Kafir Bersujud

SUATU ketika, Rasulullah keluar di bulan Ramadhan  me­nuju Masjidil Haram. Ketika itu Masjidil Haram dipenuhi oleh sekumpulan orang Quraisy yang banyak jumlahnya. Di antaranya ter­dapat para pemuka dan pembesarnya.
bersujudLalu Rasulullah berdiri di tengah-tengah kum­pulan ini. Kaki Fathimah tidak beran­jak dari tempatnya menyaksikan kebe­ranian ayahnya ber­ada di tengah-tengah sekumpulan besar para musuhnya. Tiba-tiba Fathimah mendengar suara beliau yang keras ketika membaca surah An-Najm. Orang-orang kafir itu sebelumnya tidak pernah mendengar kalam Allah, karena cara mereka yang turun-temurun adalah mengamalkan apa yang dipesan­kan oleh sebagian mereka kepada se­bagian yang lain.
Di antara ucapan mereka adalah sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an yang artinya, ”Janganlah kalian mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur’an ini dan buatlah hiruk pikuk terhadapnya, supaya kalian dapat mengalahkan (mereka),” — [QS. Fush­shilat (41): 26].